Mahasiswi UIN Bandung Ini Dianugerahi Sertifikat HKI dari Kemenkumham RI

Share:

INTRONEWS - Mahasiswa itu emas, terkhusus dalam penguatan publikasi artikel di jurnal ilmiah. Kenyataan ini harus diakui karena dalam teknis penulisan artikel ilmiah terdapat beberapa penerapan perangkat aplikasi. Mahasiswa generasi sekarang lahir di era aplikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr Wahyudin Darmalaksana MAg Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN SGD Bandung saat ditemui di kantornya Jalan AH Nasution 105 Bandung, Rabu (02/12/2020).

“Mula-mula mahasiswa dikenalkan berbagai platform penghimpun data yang menyimpan data-data hasil penelitian dari tahun-tahun ke belakang hingga data paling mutakhir. Mahasiswa diarahkan untuk mengakses pusat-pusat data tersebut dan mereka dilatih bagaimana menambang data dari himpunan data itu,” tutur Dekan FU.

Mahasiswa juga dilatih penggunaan aplikasi references berupa perangkat untuk memilah, memilih, dan menghimpun sumber-sumber rujukan, apakah artikel jurnal ataukah e-book. Mahasiswa generasi sekarang memiliki kecerdasan luar biasa dalam melakukan literasi berbagai perangkat aplikasi. "Penguasaan mahasiswa menggunakan aplikasi references sangat cepat,” ungkap dekan yang biasa disapa Kang Yudi.

Lebih luar biasa lagi, mahasiswa memiliki kemampuan cepat mengadaptasi template artikel jurnal ilmiah. Menulis artikel untuk sasaran publikasi di jurnal ilmiah tidak boleh keluar dari template.

"Saya melihat tidak ada persoalan di lingkungan mahasiswa dalam mengerjakan templating. Hingga akhirnya mereka menghasilkan naskah artikel siap kirim ke jurnal ilmiah,” ungkapnya lagi.

Yudi sering bicara kepada mahasiswa, kalau belum latihan login dan submission maka belum khatam. Yaitu, login ke jurnal open access dan melakukan pengiriman naskah mengikuti aturan open journal system.

Selebihnya adalah proses korespondensi dengan editorial jurnal termasuk pengiriman ulang naskah setelah direvisi sesuai hasl reviu dari penelaah artikel jurnal. Bahkan, saya bilang latihan belum khatam kalau artikel belum terbit di jurnal.

Siti Rahmah, Mahasiswa Semester V Jurusan Ilmu Hadis FU UIN SGD Bandung, baru-baru ini artikenya terbit di jurnal ilmiah. Dia berbagi pengalaman bagaimana tahapan publikasi di jurnal ilmiah.

“Saat pertama memulai menulis artikel, yaitu menentukan tujuan penelitian, menentukan rumusan masalah, mengurai pertanyaan penelitian, mencari referensi, melakukan tinjauan pustaka, membuat kerangka berpikir, menyusun metode penelitian, dan menyusun sistematika,” ujar Siti.

Tahap penyelesaian artikel yaitu menyusun pendahuluan, menganalisis atau menjawab semua pertanyaan rumusan masalah, menyimpulkan hasil pembahasan dan membuat abstrak.

Proses sumbit artikel ke jurnal yang pertama isi profil atau data dirinya, wajib diisi yang ada tanda bintangnya. Di bagian register dicentang author able to submit items to the journal dan biar tidak lupa username dan password, centang juga bagian confirmation. Setelah itu klik new submission untuk memasukan artikel.

"Lalu ikuti beberapa steps atau panduan yang diperintahkan dan harus dipastikan artikel submitted. Di setiap step klik save and continue,” papar Siti Rahmah, mahasiswa Jurusan Ilmu Hadis ini.

Artikel mahasiswa ini diterima editor jurnal untuk terbit dengan revisi ringan karena penulisan telah sesuai template dari jurnal bersangkutan. Beberapa revisi harus dilakukan sebelum naskah dikirim ulang ke jurnal, terutama memastikan tidak ada typo di artikel itu.

Sebagai bentuk apresiasi dan pengharaan atas prestasi dan pencapaian ini, dosen pendamping mengajukan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam bentuk Hak Cipta ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Jakarta.

“Setelah artikel terbit di juranl dan terlebih bisa meraih HKI, perasaan saya seneng banget. Suatu pencapaian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya,” ujar Siti Rahmah.

Ia bangga menjadi bagian dari Mahasiswa UIN SGD Bandung. Berterimakasih kepada pimpinan, dekan, jurusan, dosen, dan dosen pendamping.

"Terlebih terimakasih untuk Orang Tua serta teman-teman yang selalu memberi support. Insya Allah saya akan lebih giat lagi latihan menulis artikel ilmiah,” ungkap Mahasiswi asal Kabupaten Bogor ini.

Siti Rahmah menerbitkan artikel berjudul “Kontroversi Hadis Amalan Sunnah Bulan Rajab” dan berhasil tayang pada Volume 1 No. 2 Tahun 2020 di Jurnal Khazanah Multidisiplin Program Pascasarjana UIN SGD Bandung.[isur/rls]

No comments