Pesan Rektor UIN Bandung yang Paling Fundamental, Jadilah Solusi Bangsa Bukan Masalah

Share:

INTRONEWS - Setelah diwisuda di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tugas lulusan berikutnya mengabdi kepada masyarakat, mendapatkan Ridha Allah swt, mengamalkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah.

Demikian pidato Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr H Mahmud MSi dalam sidang senat terbuka di hadapan wisudawan secara virtual, Sabtu (19/12/2020). Kata rektor, kini lulusan sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang Ulul Albab, memadukan dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat.

Hendaknya sudara menjadi suri tauladan yang baik. Jadilah pembuka lapangan pekerjaan, menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) yang handal, hindari menjadi pencari kerja kesana kemari tanpa ujung.

Degan suara khas dalam widuda ke-80 secara virtual itu rektor menyatakan, sebagai alumni UIN SGD Bandung, saudara harus mencontoh Rasulullah Saw, dimana baginda selain sebagai seorang Nabi dan Rasul, juga sebagai entrepreneur (pengusaha) sukses.

Sejarah mencatat, Nabi Muhammad yang usianya 63 tahun, hanya 23 tahun menjadi Nabi dan Rasul, sementara 28 tahun sebelumnya baginda merupakan seorang pengusaha. Dengan demikian, lebih lama menjadi pengusaha daripada menjadi Nabi dan Rasul.

"Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan saudara semua sebagai sarjana muslim, terutama di Era Revolusi Industri 4.0 ini. Maka berbuatlah apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara. Ingat pesan Rasulullah saw, sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada manusia lainnya," ungkapnya.

Rektor berwasiat, dalam menghadapi situasi seperti ini, lulusan UIN SGD Bandung harus tampil memberi solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Kita tahu bahwa saat ini kondisi bangsa sedang menghadapi banyak permasalahan, karena itu saudara-saudara sekalian yang sudah wisuda Sarjana, Magister maupun Doktor untuk kembali ke masyarakat menjadi solusi.

"Saya berharap saudara tampil menjadi tenaga profesional sesuai dengan bidang yang saudara miliki, tetapi dibalik itu saudara juga harus peduli terkait dengan persoalan-persoalan keagamaan dan persoalan-persoalan kebangsaan," tandasnya.

Rektor berharap lulusan selain profesional dibidangnya masing-masing juga menjadi tokoh moderasi beragama di lingkungannya. Tokoh bangsa yang cinta negerinya sendiri, tokoh yang senantiasa menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, karena cinta tanah air bagian dari ajaran agama Islam.

"Oleh karena itu saya berpesan jadilah sarjana berkemampuan memadai, profesional di bidangnya, jadi tokoh moderat di lingkungannya, sekaligus menjaga NKRI negeri yang kita cintai ini," pesan Rektor.[isur/rls]

No comments