Siswandi: Pembubaran FPI Dinilai Sah Secara Hukum Meski Tanpa melalui Pengadilan | Ini Penjelasannya ...

Share:

INTRONEWS - Jakarta, - Kalau kita membaca aturan yang ada, pembubaran FPI oleh Pemerintah tersebut sah secara hukum berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Dalam UU Ormas Nomor 17 Tahun 2013 yang lalu, pembubaran suatu ormas harus melalui pengadilan. Mungkin di sini pemerintah saat ini berpikir, kok repot jika ingin membubarkan ormas yang bermasalah seperti FPI, sehingga pemerintah memakai Strategi Politik Hukum membuat Perpu Nomor 2 Tahun 2017 dengan Mencabut Norma Pasal tentang Pembubaran Ormas melalui Pengadilan.

Demikian komentar Ketua Umum GPAN Brigjen Pol Purn ADV Drs Siswandi saat ditanya pers terkait pembubaran FPI oleh pemerintah, di Jakarta, Kamis (31/12/2020). Dengan dicabutnya norma pasal tersebut, pemerintah membangun atau menghidupkan Azas Contrarius Actus.

"Dimana pejabat lembaga yang menerbitkan ijin atau perijinan ormas, berwenang bisa langsung mencabut ijin ormas yang melanggar tersebut," tandas Siswandi.

Mengingat Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tersebut sudah ditetapkan menjadi UU Nomor 16 Tahun 2017, maka tindakan pemerintah membubarkan FPI tanpa melalui pengadilan adalah sah secara yuridis, dalam arti sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Jika FPI keberatan dan merasa dirugikan, sebetulnya yang harus diuji adalah Politik Hukum Pemerintah tentang Penerbitan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 yang telah menjadi UU Nomor 16 Tahun 2017 tersebut yang telah menghilangkan kata "Pengadilan" ke MK diadu dengan UUD 1945.

"Jika FPI keberatannya hanya menguji SKB Menteri tersebut ke MA diadu dengan UU Ormas yang ada. Sudah barang tentu FPI akan kalah," imbuh Siswandi yang juga Ketua Law Firm Jagratara Merah Putih ini.

Jika nanti FPI menguji UU Ormas ke MK dan FPI kalah, maka Politik Hukum Pemerintah berkaitan Pembubaran Ormas dengan Membangun Azas Contrarius Actus tersebut, maka Politik Hukum Pemerintah tersebut benar-benar Sakti Mandraguna "Ora Tedas Tapak Paluning Pande  Sisaning Gurindro"

"Artinya, ya orang kebal senjata atau tidak mempan dibacok dengan berbagai senjata buatan pande besi, sehingga disebut sebagai orang yang sakti," pungkas Siswandi.[isur]

No comments