Panitia Nasional SPAN UM-PTKIN 2021 Kembangkan Aplikasi SADATA dan PDSS

Share:

BANDUNG, intronews - Sejak tahun 2020 panitia nasional Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) sudah mengembangkan aplikasi Sadata (Sistem Administrasi Data).

Pernyataan ini disampaikan Ketua Nasional SPAN UM-PTKIN Prof Dr H Mahmud MSi saat membuka Rapat Pembahasan Pengisian Sadata dan PDSS melalui aplikasi zoom meeting, Jumat (22/01/2021).

Koordinator Pokja Kesekretariatan Prof Dr H Rosihon Anwar MAg, Koodinator Pokja TIK Pendaftaran dan Seleksi, Asep Indra Syahyadi MKom (UIN Alauddin Makassar), Koordinator Pokja Sistem Seleksi Elektronik Undang Syaripudin MKom (UIN Bandung) menjadi narasumber yang dipandu Kepala Kesekretariatan Dr M Erihadiana MPd.

Prof Mahmud mengungkapkan, tujuan rapat ini menjelaskan tentang pengisian Sistem Administrasi Data terutama aturan pengisian daya tampung SPAN UM-PTKIN serta keikutsertaan PTKIN untuk membantu kelancaran pengisian PDSS dan pendaftaran peserta SPAN-UM PTKIN 2021.

"Yang dimaksudkan Sadata adalah pengelolaan daya tampung,  data PTKIN, peserta SPAN-UM PTKIN yang meliputi data panitia lokal, data prodi, pengisian kuota atau daya tampung terjadwal," paparnya.

Harapannya PTKIN dapat mengikuti alur seleksi baik SPAN maupun UM sesuai ketentuan dan jadwal yang ditetapkan. "Mohon jangan ada lagi PTKIN yang terlambat mengisi daya tampung, mengubah daya tampung tidak sesuai jadwal," ujarnya.

Ketentuan-ketentuan yang harus diikuti seperti:
a. daya tampung ditetapkan di awal yaitu minimal 20% untuk jalur SPAN, minimal 40% untuk jalur UM-PTKIN, dan maksimal 30% untuk jalur mandiri (sesuai Permendikbud No. 6 Tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru).
b. Perubahan daya tampung dapat dilakukan setelah registrasi jalur SPAN PTKIN dengan  memindahkan daya tampung yg tidak terpenuhi di SPAN ke UM PTKIN.
c. Tidak mendaftarkan Prodi baru di pertengahan menjelang UM-PTKIN.

Oleh karena itu Prodi Baru yang akan didaftarkan ke SPAN-UM PTKIN dilakukan di awal pengisian daya tampung dengan mengajukan surat ke sekretariat melalui email yang sudah tertera di surat.

"Semua itu dimaksudkan agar tidak mengubah sistem, karena  satu diubah maka akan mengubah keseluruhan sistem," paparnya.

Untuk tahun 2021 terdapat satu aturan yang ditetapkan panitia nasional, yaitu setiap PTKIN wajib melaporkan peserta SPAN dan UM-PTKIN tahun 2020 yang registrasi di masing-masing PTKIN.

"Jika PTKIN tidak mengunggah peserta yang registrasi jalur SPAN-UM PTKIN tahun 2020 maka tidak bisa mengisi daya tampung SPAN-UM PTKIN dan Jalur Mandiri Tahun 2021," jelasnya.

Sedangkan untuk pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) mohon diperhatikan benar agar sekolah/madrasah serta siswa dapat dibantu ketika ada kesulitan atau hal-hal yang kurang jelas.

"Untuk itu, perlu strategi promosi dari Humas baik Pokja Humas SPAN-UM PTKIN maupun Humas di masing-masing PTKIN dalam rangka menyukseskan program Sadata dan pengisian PDSS ini," pungkasnya.[isur/rls]

No comments