Penderita Jantung di Masa Pandemi Covid-19 Mencapai 800 Ribu Penderita

Share:

INTRONEWS, Bandung - Kondisi saat pandemi Covid-19 belum berakhir semakin memperlemah kondisi kesahatan masyarakat Jawa Barat, khususnya penderita penyakit jantung. Penyakit yang kerap disebut penyakit penyerta ini dapat meningkatkan fatalitas dari Covid-19.

Menurut catatan dari Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung di Jawa Barat mencapai 1,6%. Ini berarti ada sekitar 800.000 penyakit jantung di Jawa Barat saat ini. 

Demikian dikatakan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Jawa Barat (Cabut Jabar) dr Komar MKM usai pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Jabar periode 2020-2025, yang berlangsung lancar dan hikmat, di Bandung, Kamis 14 Januari 2021. 

Semua pihak menyadari, kata dr Komar, Jawa Barat seperti provinsi lainnya di Indonesia saat ini sedang mengalami masa sulit akibat pandemi Covid-19 yang masih belum diketahui kapan waktu berakhirnya. 

"Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional dengan prevalensi 1,5%. Disamping itu masih dari Riskesdas 2018 didapatkan informasi bahwa 33,5% penduduk indonesia berusia diatas 10 tahun ternyata malas bergerak," papar dr Komar. 

Hal ini akan menjadi faktor resiko untuk memungkinkan terkena penyakit jantung di usia produktif yang mana dipengaruhi juga oleh pola makan serba instant seiring merebaknya gerai makanan fast food.

YJI Cabut Jabar kepanjangan tangan dari Yayasan Jantung Indonesia yang diberi amanat untuk berperan aktif memfasilitasi pelayanan di Klub Jantung Sehat (KJS) maupun Klub Jantung Remaja (KJR) yang menjalankan pelayanan promotif, preventif, dan rehabilitasi bagi anggota masyarakat.

"Sehingga diharapkan terwujud masyarakat Jabar yang sehat dan terhindar dari penyakit jantung dan pembuluh darah," tandasnya. 

Masih menurut dr Komar, saat ini di Jabar terdapat 755 Klub Jantung Sehat (KJS) yang merupakan unit pelaksana teknis yayasan jantung yang menyelenggarakan sebagian kegiatan promotif preventif, dan rehabilitatif dengan jumlah anggota sebanyak 38.119 orang. 

Anggota KJS ini, lanjut dr Komar, hendaknya dapat menggerakan masyarakat untuk berolahraga menyehatkan fisik juga terhindar dari penyakit jantung dan pembuluh darah. 

"Dengan demikian anggota KJS dapat berperan sebagai agent of change di wilayahnya untuk mewujudkan masyarakat sehat,' ucap dr Komar. 

Dalam mewujudkan masyarakat sehat dan produktif perlu diawali sejak dini membentuk generasi muda sehat dan terhindar dari penyakit jantung. Maka dengan demikian dibutuhkan keberadaan dan aktivitas Klub Jantung Remaja (KJR) dalam membudayakan hidup sehat di kalangan remaja. 

Dr Komar juga menunjukan data lainnya bahwa pada saat ini di Jawa Barat terdapat 14 KJR dengan jumlah anggota sebanyak 889 orang. Jumlah ini disebutnya masih sangat kurang dan perlu ditingkatkan keberadaannya untuk melaksanakan komunikasi, informasi, dan edukasi guna kesehatan jantung dan pembuluh darah bagi para remaja. 

"Dari gambaran ini semakin jelaslah apa yang harus dijalankan Cabang Utama Jawa Barat (Cabut Jabar) untuk mewujudkan masyarakat sehat yang terhindar dari penyakit jantung dan pembuluh darah," kata dr Komar.

Sebagai nakhoda di YJI, dr Komar menyatakan Pengurus baru YJI Cabut Jabar periode 2020-2025 siap bekerja sebaik mungkin guna mencapai tujuan. Siap menggerakan masyarakat berolahraga dan membekali pengetahuan serta kemampuan hidup sehat agar terhindar dari penyakit jantung dan pembuluh darah. 

Dalam kelanjutan pernyataannya, dr Komar menyampaikan apresiasi untuk Ketua Yayasan Jantung Indonesia yang telah melantik kepengurusan YJI Cabut Jabar periode 2020-2025, begitu juga Gubernur Jawa Barat sebagai pembina yang memberikan dukungan penuh dengan pengukuhan.

Apresiasi juga ditujukan bagi seluruh panitia dan rekan dari departemen Kardiologi RSHS serta PERKI Kota Bandung. Semoga Allah swt memberkati dengan rahmat dan hidayahNya serta memberikan berkah dalam mengawali kegiatan YJI Cabut Jabar. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada DINKES dan DISPORA Jabar.

Di bagian lain, kepengurusan YJI yang baru ini mendapat dukungan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Drs H Barnas Adjidin MM MMPd. Harapannya YJI bisa bekerjasama dengan baik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit kardiovaskuler.[rls]

No comments