Siswandi: Komjen Sigit Dipilih Jadi Kapolri Lantaran Kemistri dan Prestasi

Share:

 
INTRONEWS - Jakarta, - Pengamat Kepolisian Brigjen Pol Purn ADV Drs Siswandi mengungkapkan, jika benar Komjen Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim Polri, red) yang diajukan presiden menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis, maka itu hak prerogatif Presiden.

Menurut Siswandi yang juga Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) itu, hanya ada dua alasan yang sangat mendasar, yakni Komjen Sigit dinilai memiliki kemistri (kedekatan) dengan presiden, sehingga lebih komunikatif jika berkomunikasi dengan presiden.

"Itu disebabkan karena Komjen Sigit tiada lain mantan ajudan Presiden. Di sini Presiden memberikan gebrakan, semua pemeluk agama bisa menjadi Kapolri," ungkap Siswandi kepada pers, Senin malam (11/01/2021).

Alasan kedua, lanjut Siswandi, prestasi Komjen Sigit sangat gemilang. Setelah menjadi Kabareskrim di akhir 2019 lalu, ia mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Publik pun sempat dibuat tercengang dengan gebrakan Komjen Sigit ini.

Tidak hanya itu, Sisiwandi merinci prestasi Komjen Sigit yang juga berhasil menangkap buronan kelas kakap Joko S Chandra di Malaysia.

"Hebatnya, Komjen Sigit yang memimpin tim penangkapan itu kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia," papar mantan perwira polisi yang kini menjadi advokat berpengaruh di Jakarta ini.

Komjen Sigit juga menunjukan profesionalisme penyidik Bareskrim Polri saat memberlakukan proses hukum terhadap dua oknum jenderal polisi yang terlibat persengkongkolan dengan Joko S Chandra. "Tentu saja dengan sangat transparan," tandasnya.

Dalam memimpin Korps Bhayangkara nanti, kata Siswandi, Komjen Sigit menjadi jenderal beragama nasrani kedua setelah Jenderal Widodo Budidarmo. Waktu itu Jenderal Widodo diangkat oleh Presiden Soeharto di era orde baru.

Menurut Siswandi, publik menjadi semakin yakin jika yang ditunjuk Presiden untuk menduduki kursi Kapolri adalah Komjen Listyo Sigit, setelah ada berita kedatangan DPR ke kediaman Komjen Sigit untuk wawancara. Rencananya Komjen Sigit akan menjalani Fit and Propertest  alias uji kelayakan oleh DPR RI.[isur]

No comments