Adv Drs Siswandi Dilantik Jadi Wakil Ketua Umum DPP HAPI Dampingi Enita A Laksmita

Share:


JAKARTA
, intronews.my.id - Dalam penguatan konsolidasi organisasi yang profesional, DPP Himpunan Pengacara Advokat Indonesia (HAPI) menggelar pelantikan pengurus periode 2020-2025 secara virtual, di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Pelantikan bertepatan dengan HUT ke-28 HAPI dihadiri DPD HAPI dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Selain pelantikan ketua umum DPP HAPI Enita Adya Lakmita SH MH didampingi Sekjen Bob Hasan, juga wakil ketua umum Brigjen Pol P ADV Drs Siswandi.

Kehadiran ADV Siswandi dalam tubuh HAPI pusat ini menambah gairah penegakan hukum di Indonesia, terlebih Siswandi mantan perwira polisi dan petinggi BNN yang memiliki segudang prestasi.

Setelah pensiun dari kepolisian, Siswandi mendirikan ormas Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), menyusul kemudian ia pimpin Law Firm Jagra Tara Merah Putih (JTMP).

Saat usai pelantikan, Siswandi yang cukup dekat dan selalu menjadi pusat perhatian awak media langsung dikerubuti dan diberondong berbagai pertanyaan. Salah satu pertanyaan: Apa yang akan Pak Siswandi lakukan setelah kini menduduki posisi Waketum DPP HAPI?

Siswandi menjawab, "Saya akan membawa HAPI sebagai Lembaga Advokad yang handal membela hukum dengan hati  nurani, bukan bicara fee atau utung ruginya. Saya pilih HAPI sebagai tempat berprofesi, karena HAPI organisasi advokat yang bermartabat dan bersatu untuk mewujudkan rasa kebenaran dan keadilan bagi para pencari keadilan".

Pada pertanyaan lain alasan Siswandi bertandang di profesi pengacara, ia mengutip pendapat pengacara senior Adnan Buyung Nasution, sulit mengontrol profesi satu ini. Keuangan mandiri, otoritas bekerja mandiri, bahkan bagi klien pengacara bisa dianggap "dewa".

"Apa yang dititahkan ibarat "sabda pandita ratu". Klien tidak boleh membantah, wajib taat advice Lawyer, jika tidak nurut? Tangani saja perkara sendiri," kata Siswandi.

Berbeda dengan profesi penegak hukum yang lain, yang terikat SK kepegawaian, yang gajinya ada pada kantung negara, yang pekerjaannya berdasarkan kebijakan dan supervisi negara, yang tindakannya dikontrol oleh negara.

Pengacara, bisa menjadi dewa dan malaikat. Tetapi pada kondisi tertentu bisa menjadi seorang yatim. Tidak ada yang mempedulikan, tidak ada yang mengapresiasi, tidak ada yang menjamin kantung terisi atau minimal dapur ngebul dan Priuk bisa terisi beras ditanak.

Namun demikian, kehadiran Siswandi dalam tubuh HAPI pusat akan membawa warna lain. Seorang mantan polisi tentu memiliki kejelian dalam mengemban profesi yang masih sebagai penegak hukum. "Saya sudah biasa," tukas Siswandi.

Sesuai Prokes
Pelantikan Pengurus DPP HAPI periode 2020-2025 itu dilaksanakan di masa Covid-19 yang konsisten menerapkan protokol kesehatan. Selain diikuti pengurus DPP HAPI yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, pelantikan juga dihadiri pengurus HAPI seluruh Indonesia dengan virtual Zoom.

Acara pelantikan dihadiri pejabat dari Mabes Polri dan staf ahli Watimpres Dr Adiwarman. Ketua Umum DPP HAPI Enita Adya Laksmita SH MH pada kata sambutannya mengajak jajaran pengurus untuk bersama-sama membesarkan HAPI yang ada saat ini menjadi organisasi advokat yang mampu mendukung profesi advokat sebagai organisasi profesional.

Sedangkan seorang pendiri HAPI Prof Dr Jimmy Budi Haryanto berpesan kepada seluruh jajaran pengurus yang baru saja dilantik untuk membuat yang terbaik membangun HAPI ke depan, apalagi disaat penegakan hukum yang penuh tantangan.[isur/rls]

No comments