FAH UIN Bandung Getol Tingkatkan Kemampuan Pedagogik Para Dosen

Share:

BANDUNG, intronews.my.id - Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung, Dr H Setia Gumilar MSi menyatakan, bagi seorang dosen, publikasi karya ilmiah itu sangat penting, sebagai perwujudan kemampuan dan keahliannya dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Pernyataan Dr Setia itu disampaikan saat membuka kegiatan Micro-teaching Calon Edukatif Tahun 2021, di Aula FAH, Selasa (16/02/2021). Acara ini dihadiri unsur dekanat, ketua/sekretaris Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), dan Sastra Inggris (SI).

Menurut Dekan FAH itu, dosen tidak hanya profesional dan kompeten dalam mengajar, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab sosialnya. “Menulis jurnal, artikel, laporan penelitian, maupun karya ilmiah lainnya, menjadi tanggung jawab sosialnya, dalam rangka menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan pengabdiannya kepada masyarakat. Jadi, menulis itu sangat substantif bagi seorang dosen,” tandas Dr Setia dengan tegas.

Ia menegaskan kembali komitmennya bahwa pihak fakultas akan selalu mendorong semua dosen yang memiliki semangat menulis dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal bereputasi nasional dan internasional.

“Para calon dosen pun harus lebih unggul, karena usianya yang masih muda dan enerjik. Diharapkan, semangat menulisnya mampu membangkitkan animo para mahasiswa untuk sama-sama gemar menulis,” harap Dekan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan I Dr H Dadan Rusmana MAg CHS menjelaskan, Micro-teaching diikuti sembilan calon dosen yang akan mengajukan statusnya menjadi Tenaga Edukatif (TE).

Mereka adalah dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam 4, Bahasa dan Satra Arab 2, dan Sastra Inggris 3. “Kegiatan ini wajib diikuti para calon dosen yang akan mengajukan TE,” kata Dr Dadan. 


Dijelaskan, selain syarat pengajuan TE, kegiatan ini digelar dalam rangka penguatan teknik mengajar yang sangat menunjang tugas profesional dosen. Kesembilan calon dosen diberi waktu 20 menit untuk menampilkan kompetensi pedagogiknya.

“Ini bukan ujian, tetapi lebih ke penguatan kemampuan atau keterampilan dosen dalam mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan mahasiswa,” jelas Dr Dadan.

Kemampuan pedagogik para calon dosen akan kelihatan, bagaimana kamampuannya menyesuaikan diri dengan mahasiswa yang beraneka ragam fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moralnya.

“Kita juga akan tahu bagaimana penguasaan materi dan sumber ajar, cara berkomukasi, serta metode yang tepat dalam mengajarnya. “Intinya, kita akan menyiapkan dan mendorong para dosen untuk memiliki proyeksi ke depan, yang terus dinamis,” pungkasnya.[isur/rls]

No comments