GPAN Bikin Ambulance Urunan dari Para Relawan dan Dermawan

Share:

JAKARTA, intronews - Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol Purn Adv Drs Siswandi berhasil menghimpun dana cukup cepat dari para relawan dan dermawan untuk membuat sebuah mobil ambulance.

Hingga hari kesembilan alhamdulillah sudah 58 orang yang mendonasikan uangnya untuk aksi kemanusiaan ini, sehingga dana yang terkumpul mencapai Rp127 juta. Menurut Siswandi, masih membutuhkan tambahan dana lagi untuk mencukupi satu unit ambulan yang representatif itu.

Mobil ambulan jenis Daihatsu Luxio ini dibranding "Mobil Ambulan untuk Masyarakat" memakai logo GPAN (lingkaran) di pintu sopir dan penumpang depan. Nomor polisinya sengaja dibuat unik B 9996 PAN. Nomor untuk ambulance hasil rereongan relawan dan dermawan.

"Di bawah tanda Palang Merah bertuliskan KESEHATAN NOMOR SATU," ungkap Siswandi.

Kendaraan taktis kesehatan ini rencananya akan dilengkapi tempat tidur standar emergency, tabung oksigen, alat infus, alat hisap regulator permanen dan portabel, pengukur denyut nadi, Automated external defibrillator (AED).

Selain itu Siswandi juga meyakinkan bahwa ambulance ini akan dilengkapi Defibrilator Portabel, alat pengukur tekanan darah (Sphygmomanometer), alat perangsang jantung (Transcutaneous), Nebulizer, dan alat-alat lain yang sesuai dengan kebutuhan ambulance.     

Mobil ambulance ini, kata Siswandi, menunjukan bentuk kepedulian GPAN terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Semua komponen masyarakat dapat menggunakan ambulance tersebut, seperti:

1. Pasien Covid-19  antar jemput ke Rumah Sakit (RS);
2. Korban penyalah guna maupun pecandu masyarakat untuk direhabilitasi;
3. Masyarakat Umum yang sakit untuk diantar ke RS terdekat.

Pengadaan mobil kesehatan yang diberi nama Ambulance Peduli Masyarakat (APM) itu juga sebagai bentuk dukungan kepada Program Pemerintah dalam melayani Masyarakat Sehat.

"Juga sebagai bentuk pertolongan Pertama bagi Masyarakat yang membutuhkannya. Ini semata-mata dilakukan untuk amal BUKAN untuk bisnis," tandas Siswandi kepada pers di Jakarta, Rabu 3 Februari 2021.

Salah satu alasan dibuatkan ambulance untuk masyarakat ini, lanjut Siswandi, terinspirasi aksi kemanusiaan dokter Nissa yang menyelamatkan pasien covid-19 dengan mobil pribadinya dari Depok ke RS Gunungjati Cirebon.

"Disaat angkutan khusus tidak tersedia, sedangkan pasien harus diselamatkan, maka inisiatif dokter Nissa menggunakan mobil pribadinya menuju Cirebon. Dari situlah inisiatif kita untuk mengadakan mobil ambulance. Manfaatnya banyak mas, terutama untuk menolong masyarakat," pungkas Siswandi.[isur]

No comments