Mugi Sudjana: Pers Masa Depan Harus Memerangi Upaya Adu Domba

Share:

BANDUNG, intronews.my.id - Ketua Umum Ormas BBC, Mugi Sudjana, menilai Pers ke depan harus lebih profesional dan menjunjung tinggi fakta kebenaran. Pers tidak mementingkan nafsu sendiri tanpa mengindahkan kode etik jurnalistik dan UU Pers.

Menyambung peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 tokoh yang memiliki keunikan rambut dan jambang serba putih ini, menyarankan Pers Profesional juga mengikuti perkembangan zaman.

"Pers menciptakan pemikiran-pemikiran baru tentang ide-ide rekayasa teknologi pertanian, otomotif, teknologi informasi dan etik moralis," saran Mugi Sudjana kepada pers saat dimintai tanggapan terkait HPN, di Bandung, Selasa 9 Februari 2021.

Menurut Mugi Sudjana, Pers tidak boleh berpangku tangan saat kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk. Pers harus memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di era digitalisasi saat ini.

"Pers juga tidak salah jika harus membela kepentingan khalayak," tandas pria gagah yang juga ketua KBPP Polri ini.

Paling penting dari semua itu, masih kata Mugi, pers tidak boleh mendewakan fitnah dan hoax. Sebab, biang keladi dari gonjang-ganjing di negeri ini adalah menyebarnya fitnah dan hoax.

"Menurut saya hoax itu bisa dua hal, bisa hoax akibat fakta yang bohong, maupun hoax dalam arti terlalu memuji seseorang tetapi pujiannya tidak sesuai kenyataan sebenarnya," kata Mugi sambil mencontohkan jika orang tidak hebat jangan ditulis hebat, dll.  

Mugi juga menyarankan upaya konfirmasi jika terjadi silang pendapat dua narasumber berbeda dalam bingkai konflik.

"Saya lebih setuju jika pers selalu mengedepankan keberimbangan informasi supaya tidak saling tuding. Tidak ada salahnya jika pers mengupayakan dua pendapat berbeda yang berujung rekonsiliasi. Mampu mendamaikan dua pihak yang sedang bertikai," tandas Mugi.

Pers harus menunjukan kecerdasan dan kejujuran. Sebab dengan dua hal itu akan menunjukan arah yang terang bahwa Indonesia maju.

Di sisi lain, tambah Mugi, kalangan Pers tidak semata-mata mencari keuntungan dari sisi bisnis media, tetapi juga harus memperhatikan bagaimana cara mencerdaskan rakyat dan membawa bangsa ini ke level lebih tinggi. Tentunya sesuai nilai Pancasila dan amanat konstitusi negara kita.

"Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers menjadi ujung tombak terdepan pilar demokrasi yang ikut juga membangun peradaban orang Indonesia dan penduduk dunia," pungkas Mugi Sudjana.[isur]

No comments