Raja Setan pun Cuci Tangan | Pidato Dahsyat Penyesalan Iblis di Akhirat

Share:

Ditulis oleh: Ustadz Ujang Suryana alias UUS (Jurnalis TV)  ----

-Puji Syukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, segalanya milik Alloh SWT, dan DIA sangat pantas untuk dipuja, disanjung bahkan disembah dan dimohonkan apa pun.

-Solawat kepada baginda Nabi dengan mengucapkan Sollallohu 'ala Muhammad, Sollallohu 'alaihi wasallim. Kepada keluarga, handai taulannya, sohabat, keturunannya, tabiin, dan hingga seluruh umatnya hingga akhir zaman.

-Hanya satu Wasiat untuk para pembaca dan hadirin rohimakumulloh: Tingkatkan Takwa, laksanakan perintahNya, jauhi laranganNya, sebab dengan begitu kita akan terhindar dari siksa api neraka. Tujuan hanya satu, kembali menjadi penghuni surga atas ridho Alloh SWT.

-Ciri Takwa seperti yang ditulis dalam (QS. Al-Baqoroh: 2-4):

1. Percaya Gaib;
2. Mendirikan Solat;
3. Infakan Harta di jalan Alloh SWT;
4. Percaya Kitab suci Alquran (diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW), dan Injil (Isa AS), Zabur (Daud AS), Taurat (Musa AS);
5. Sangat Yakin dengan adanya Hari Akhirat.

Setelah manusia mati, maka masing-masing orang diberlakukan hukum peradilan Alloh SWT, diawali dengan pembuatan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Malaikat Munkar-Nakir di alam kubur.

Manusia di alam kubur (Barzah) seolah sedang berada di Rumah Tahanan (Rutan) menunggu proses berikutnya Sidang Agung selepas hari kiamat. Di sinilah proses peradilan Maha Tinggi dan Maha Adil akan diberlakukan oleh Alloh Sang Maha Raja seluruh alam semesta.  

Alam kubur, tak ubahnya Ruang Lobby (Ruang Tunggu) berukuran sempit, gelap, pengap, tiada teman, tanpa selimut, tanpa makanan, tempatnya sangat dingin, meski tidak lagi ada godaan setan disana. Hanya orang tertentu yang memiliki banyak amal soleh yang akan merasa lega, mencium semerbak harum, ruangan terang benderang, dan nyaman berada di sana.

Bolehkan keluarga menjenguk untuk menyampaikan bingkisan kepada ahli kubur? Jawabannya, sangat boleh. Karena sabda Nabi SAW, jika manusia mati maka seluruh koneksitas amalnya akan terputus. Hanya sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orangtuanya masih bisa terhubung ke alam kubur. Sehingga doa keluarga dan saudaranya akan sampai kepada sang arwah yang sedang berada di Rutan itu.

Pada peniupan Sangkakala Pertama, seluruh makhluk akan dibinasakan, dimusnahkan, termasuk malaikat peniup terompet itu juga Allah matikan. Hanya Alloh lah yang dengan gagahnya hidup sendiri selamanya. Alloh hidupkan Malaikat Isrofil, kemudian Isrofil tiupkan kembali terompetnya, maka seluruh tulang belulang manusia kembali dibangkitkan dan hidup kembali.  

Tanpa busana, tanpa alas kaki, tanpa topi, tanpa apa pun, miliaran manusia akan diadili oleh Sang Maha Raja Diraja. Matahari terasa ada di atas kepala kita. Seluruh umat mencari perlindungan dari sengatan matahari. Maaf, disana tidak ada rental payung, karena semuanya sibuk dengan dirinya sendiri. Mereka sebentar lagi akan menjalani Peradilan Yang Maha Tinggi.

Singkat cerita pengadilan pun dimulai. Seluruh manusia diadili sesuai BAP yang dibawa dari alam kubur. Kemudian dihisab, dihitung amal perbuatannya. Pada saat itu bertindak sebagai Hakimnya adalah Alloh Azza Wajalla, jaksa penuntutnya dari para Malaikat yang sudah ditugaskan Allah SWT.

Saat itu manusia tidak bisa berkelit, mereka tidak bisa berbohong, karena jejak digital hidupnya sudah tercatat sedemikian detail hingga hal-hal paling kecil sekalipun. Memori amal manusia lengkap dicatat malaikat Rokib dan Atid selama di dunia.

Ketika manusia akan berargumen melalui lisannya, tatkala itu pula lidahnya mendadak kelu, bahkan membisu tak bisa digerakan. Janji Allah SWT dalam QS. Yasin ayat 65:  

اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan"

Singkat cerita, Alloh SWT pun membuat keputusan melalui vonis-Nya berupa Surat Keputusan Amal Manusia dan Jin.

-Jika Amal Baik lebih berat, maka SK akan diterimanya dengan Tangan Kanannya ... Dalam SK diputuskan bahwa orang ini berhak masuk SURGA.

-Jika Amal Buruk justru lebih berat, maka SK akan diterima dengan Tangan Kiri ... Dalam SK diputuskan bahwa orang ini masuk NERAKA.

Kita tengok kondisi Majelis Merah di Neraka:
Setelah masing-masing menerima SK dengan tangan kirinya, kelompok manusia ini otomatis sudah berada di neraka. Sebelum masuk ke masing-masing ruangan sesuai tingkat kesalahan dan kejahatannya, mereka berkumpul di aula besar.

Masing-masing orang saling memaki dirinya dengan orang yang dulunya pernah saling bantu dalam kejahatan. Saling cakar, saling ludah, saling pukul, tetapi tidak ada yang mati karena mereka sudah melewatinya.

Saat sedang saling salahkan, para pimpinan masing-masing komunitas di neraka itu berteriak bahwa mereka masuk neraka gegara mengikuti keinginan dan tipu daya setan.

Di antara kerumunan para penghuni neraka itu ada satu makhluk paling jelek dengan badan cukup besar berdiri dengan wajah puas. Itulah ijazil laknatullah yang memiliki sebutan Iblis Si Raja Setan. Konsentrasi para penghuni neraka pun menuju ke Sang Iblis. Mereka menunjuk arah hidung sambil menyalahkan Si Iblis. Mereka meminta pertanggungjawaban Sang Iblis.

Iblis pun segera berdiri di tempat lebih tinggi sehingga semua penghuni neraka pun dapat melihat dan mendengar suaranya. kala itu Iblis berkhutbah untuk yang terakhir kalinya. Peristiwa ini Alloh SWT simpan rekamannya pada QS. Ibrahim (14) Ayat 22-23.

Pidato Iblis itu bukanlah pidato biasa. Menurut Tafsir Ibnu Katsir maupun tafsir Ath-Thabari, khutbah Iblis itu merupakan pidato yang sangat menyentuh hati, bahkan sangat menyayat hati. Sebuah pengakuan penyesalan yang maha dahsyat, tetapi terlambat, perhitungan sudah selesai.

Semua manusia dari kelompok penghuni neraka yang mendengar pidatonya ribut, heboh, dan pada menangis sejadi-jadinya.

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan berkatalah Iblis sang raja setan tatkala hisab telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS. 14:22)

Mendengar pidato Iblis terlaknat tersebut, semua penghuni neraka itu merasa sangat susah dan tertipu. Mereka menangis dan menyesali, namun penyesalan ketika itu tidak ada gunanya. Mereka tambah sedih mendengar kelanjutan pidato Iblis bahwa umat beriman kepada Alloh dan RosulNya, yang tidak menuruti hasutannya, sekarang sedang menikmati indahnya Negeri Surga (ayat 23).

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُخَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ

 Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah ‘Salaam.” (QS. 14:23)

Karena itulah, kita perlu mengambil hikmahnya dengan berupaya menjadi Muslim yang kembali kepada fitrahnya sebagai makhluk penghuni surga. Kembali kepada fitrah adalah kembali kepada Syariat Islam. Mari tegakkan perintah agama, mendirikan solat lima waktu dengan sebaik mungkin dan rutin membaca dan memahami isi Alquran.

Kenapa Ini Diceritakan Sebelum Kejadian?
Ini sangat unik. Jika kita percaya akan hari akhirat, tentunya, Alloh SWT punya maksud dengan mengungkapkan pidato Iblis itu di dalam Alquran.

Intinya, Allah memberitahukan kita mengenai hal tersebut, agar jangan sampai kita di akhirat nanti setelah hisab, mendengar khutbah Iblis. Itu khutbah Iblis paling dahsyat dan menyentuh hati, tapi jangan sampai kita mendengarnya. Sebab, kalau kita mendengar khutbah Iblis tersebut, berarti kita sedang berada di neraka dong.” Na'udzubillah tsumma Na'uzdu Billah...

Semoga tulisan ini bermanfaat...  Barokallohu li walakum minal ayati wadzikril hakim ...

No comments