YBLH dan Kuwu Endang Pelopori Desa Wisata di Kamarang Greged Cirebon

Share:

BICARA desa wisata, bayangan kita tentu terbersit sebuah tempat di kampung yang nyaman dikunjungi dan ditempati. Desa Wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar berperan menjadi pelaku langsung.

Tujuannya meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai pelaku penting dalam pembangunan sektor pariwisata. Lebih jauh dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan.

Kepala Desa atau kuwu membangun dan menumbuhkan sikap dukungan positif dari masyarakat desa sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai sapta pesona bagi desa tersebut.  

Direktur Eksekutif Yayasan Buruh & Lingkungan Hidup (YBLH) Yoyon Suharyono menelusuri sekaligus memrakarsai desa wisata di Kabupaten Cirebon. Mari kita telusuri jejaknya bersama Endang, Kepala Desa Kamarang Kec Greged Kab Cirebon, yang membangun prototype desa wisata.

Melalui dorongan YBLH, Kuwu Endang (sebutan untuk kepala desa) bersama perangkat desa sedang gencar membangun daerahnya menuju desa wisata yang penuh inovasi. Merangkak dari nol hingga sekarang sudah ada peningkatan status desanya menjadi Desa Wisata.

Pengeboran air baku untuk keperluan Desa Wisata di Desa Kamarang  



"Ini tentu saja ditopang dengan pembuatan sumur bor sedalam 120 meter hasil swadaya teman-teman pak kuwu dengan intalasinya," ungkap Yoyon.

Kuwu Endang orangnya tidak suka diam, terus bergerak membangun fasilitas lainnya, seperti baru saja selesai membuat joglo. Pengunjung bisa rehat sejenak untuk melepas kelelahan di joglo ini. Pemandangan dari joglo ini sangat aduhai melihat gagahnya Gunung Ciremai. Aksi foto-foto dan selfi cocoknya di tempat ini.

Joglo Desa Kamarang dengan view Gunung Ciremai, dijamin betah.

Sambil berjalan-jalan di sekitar desa Kamarang, kita bisa memanjakan tubuh kita dengan bersantai di taman yang kini sedang ditata sedemikian indah. Anak-anak dan orang dewasa leluasa memanfaatkan taman di sini.

Satu hal yang selalu menjadi perhatian publik adalah sampah. Sehingga kuwu Kamarang dan YBLH memungsikan tungku pembakaran sampah. Yang tidak berguna (residu) dimusnahkan, sedangkan yang masih bermanfaat dikelola melalui bank sampah.

Menuju desa wisata ini terdapat tungku pembakaran sampah di Desa Kamarang di Kecamatan Greged, Cirebon.

"Menuju desa wisata ini tungku pembakaran sampah di Desa Kamarang sebagai syarat desa wisata di Kecamatan Greged, kami buat untuk memenuhi kriteria desa wisata," kata Endang, Kades Kamarang, menimpali.

Yang unik dari desa ini, lanjut Yoyon, kuwu dan masyarakat desa terjun langsung membangun jalan panggung menuju desa wisata. Yoyon Suharyono mengaku sering menginap di desa ini sejak upaya menjadikan Kamarang sebagai Desa Wisata. Memasuki desa ini kita akan melewati Pohon Randu yang dijadikan ikon oleh para penduduk di sini.

Di sisi lain, untuk peningkatan ekonomi desa sudah terbentuk 40 prosen Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Perwujudan Bumdes antara lain sudah berjalan pengelolaan dan pemasaran Pindang Presto Bandeng.

"Di depan balai desa tersedia kuliner. Jalur jalan hidup 24 jam dari arah Beber ke Sindang Laut. Mudah mudahan tahun ini bisa selesai," tandas Yoyon.

Mantan Menteri LH Sarwono Kusumaatmadja dan keluarga berkunjung ke Desa Kamarang.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup semasa Presiden Soeharto, Sarwono Kusumaatmadja, ikut membina desa wisata ini. Ia bersama keluarga sudah tiga kali berkunjung ke Desa Kamarang. Bahkan Sarwono pernah meluangkan waktu khusus untuk menginap di sini.[isur]

No comments