KBPP Polri Jabar Bagikan Makanan Gratis dan Sehat di Jumat Barokah

Share:


BANDUNG, intronews.my.id - Hari jumat merupakan hari raya bagi kaum dhuafa. Di hari ini Alloh SWT menurunkan berkah dan kebahagiaan bagi mereka. Siapa pun yang bersedekah untuk mereka sama artinya kita sedang mengundang rahmat Alloh SWT.  Pahala kebaikan akan dilipatgandakan. 


Jumat yang merupakan penghulu seluruh hari itu memberikan keistimewaaan bagi seluruh manusia, terlebih bagi yang beriman kepadanya dan beramal kebajikan.


Ini dimanfaatkan oleh ormas anak polisi alias KBPP Polri daerah Jawa Barat. Mereka menghimpun dana dari para anggota sehingga terkumpu uang sebanyak 5,800,000 rupiah. Jumlah ini setara dengan 580 boks nasi gratis, sehat dan barokaj yang kemudian dibagikan kepada para pihak yang memerlukan.


Ketua Pengurus Daerah KBPP Polri Jawa Barat H Mugi Sudjana menunjuk pelaksana lapangan Maktal Nugraha untuk mendistribusikan 550 box nasi siap konsumsi itu ke sejumlah daerah.


Menurut Maktal, pendistribusian makanan tersebut dilakukan oleh masing-masing Resort KBPP Polri. Dari jumlah itu terdistribusi ke Restabes Bandung 100 boks, Resort Kab Bandung KBB 100 boks, termasuk distribusi ke Pesantren Al Hilal 1 Cililin beralamat di Jln Bonceret Belakang Pasar Rancapanggung RT01/RW08 Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin KBB Jawa Barat.


Distribusi makanan diterima oleh Ustadzah Sherly selaku penanggung jawab pesantren, untuk 50 orang penerima.


Bantuan makanan juga didistribusikan KBPP Polri melalui Resort Kota Cimahi, disampaikan langsung ke:


1. Pesantren Nurul Anwar - Ciibabat beralamat di Jln Pesantren Cibabat RT 06 RW 15 kel Cibabat Kec Cimahi Utara, diterima melalui Penanggung jawab pesantren Ustadz Jajang untuk diberikan kepada 50 orang.


2. Panti Jompo Yatira Padasuka Cimahi beralamat di Jln KH Usman Dhomiri RT06/19 Kel.Padasuka Kec.Cimahi Tengah melalui penanggung jawab panti ustadzah Hj Sri /Dewi, untuk diberikan kepada 50 orang penerima.


3. Panti Wreda Karitas - Cimahi beralamat di Jln. Cibeber - Cimahi Selatan, melalui penanggung jawab panti Ny. Rindu, akan diterima oleh 50 orang.


4. Pesantren Yatim dan Dhuafa Insan Kamil - Cimahi  beralamat di Jln Raya Cihanjuang No 81B - Cimahi Utara melalui Penanggung jawab panti Ustadz H Asep, untuk diberikan kepada 100 orang penerima.


5. Masjid Al Fallah RW24 Pharmindo sebanyak 100 boks. Ini Sehingga jumlah seluruhnya mencapai 550 boks nasi bungkus. 



Menurut Maktal, mengingat waktu dan tenaga, dengan tidak mengurangi rasa syukur kehadirat Alloh SWT atas shodaqoh jariah para donatur, maka pendistribusian kepada mustahik akan dilakukan oleh panitia/anggota KBPP POLRI Resor Cimahi kecuali untuk Restabes Bandung diserahkan di Sekretariat Pengurus Daerah KBPP Polri Jabar oleh ketua PD kepada Ketua/Pengurus Restabes Bandung.


Jumat Barokah dilakukan sebagai manifestasi dan berbagi kebahagiaan bagi para mustahik berupa makanan sehat, gratis, dan barokah. Bagi Maktal yang langsung menyerahkan nasi boks itu, ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.  


Tidak hanya kepada pesantren dan panti jompo, bantuan makanan gratis sehat dan barkah itu juga diberikan langsung kepada masyarakat di jalan, ada linmas, petugas parkir, penjaga posko covid-19, pedagang asongan, tukang becak, anak yatim, dan lain-lain.


Sementara itu menurut Ketua PD KBPP Polri Jawa Barat H Mugi Sudjana, kegiatan Jumat Barokah ini merupakan bentuk rasa syukur setelah KBPP Polri menggelar Munas V sekaligus ulang tahun ke18 di Jakarta yang dilaksanakan mulai 28 Februari hingga 4 Maret 2021. Terpilih sebagai Ketua Umum Dr Evita Nursanty dan Sekjen Brigjen Pol purn ADV Drs Siswandi.


Kegiatan ini menurut Mugi Sudjana rencananya akan dilakukan setiap jumat barokah. "Semoga banyak yang ikut berpartisipasi," ungkap Mugi Sudjana.


Bentuk kegiatan lain, lanjutnya, KBPP Polri jabar juga akan bekerjasama dengan Satuan Brimob Polda Jabar, menanam ribuan bibit pohon tanaman keras di kawasan rawan longsor, termasuk Cimanggung Sumedang dan daerah rawan lainnya.


Penanaman bibit pohon itu, kata Mugi Sudjana, lebih dikhususkan tanaman produktif seperti buah-buahan yang bisa diambil buahnya tetapi tidak ditebang pohonnya. 


"Berbeda dengan tanaman anti longsor lainnya seperti mahoni, ki hujan dan pohon besar tidak berbuah, setelah besar biasanya ditebang untuk keperluan bisnis bangunan. Nantinya area penanaman kembali jadi rawan longsor," ungkap Mugi Sudjana.(isur)

No comments