Ketokohan Akhmad Dimyati Tak Pernah Surut di Kota Banjar | Poling Teratas Calon Walikota 2024-2029

Share:

KOTA BANJAR, intronews.my.id – Dulu, saat Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, dipimpin dr Herman Sutrisno, muncul ketokohan unik yang viral disebut Anak Ajaib. Siapa lagi kalau bukan Akhmad Dimyati, Sang wakil walikota Banjar dua periode yang mendampingi wali kota hingga tahun 2013.

Selain karena kegigihannya sebagai tokoh politik Kabupaten Ciamis, dulunya, ia kemudian menjadi sosok sangat tegas menghadapi era reformasi. Posisinya di jabatan wakil walikota dua periode tiada lain karena getol menyuarakan hati nurani rakyat Ciamis yang kemudian memekar menjadi Kota Banjar.  

Di ujung kepemimpinannya sebagai wakil walikota Banjar, Akhmad Dimyati justru makin lantang sebagai pejabat yang sangat merakyat. Sulit membedakan dia sebagai pejabat atau sebagai rakyat biasa.

Pijakannya adalah kejujuran dan kesederhanaan, sehingga terbentuk secara alami menjadi sangat merakyat. Ia sederhana karena, katanya, enggan mengutak-atik apalagi mengorupsi APBD. Layaknya pejabat standar, Dimayati pun hanya menggunakan fasilitas negara seadanya.

Akhmad Dimyati yang tidak sering menggunakan fasilitas negara itu punya alasan unik, katanya prilaku bermegah-megahan layaknya pejabat Negara khawatir melukai hati rakyat. Ketika bertemu warganya ia meminta didoakan agar selalu sehat dan selamat. Itu menjadi balasan bagi seorang pejabat yang pernah berjuluk Wakil Walikota Termiskin versi lembaga survey.

Ia menghargai jika ada survey atau poling yang mengangkat dirinya sebagai tokoh yang masih berpengaruh di Kota Banjar. Apalagi saatnya Akhmad Dimyati memasuki zona Pilkada Kota Banjar pada 2024 mendatang.

Di medio Maret 2021 Dimyati tiba-tiba terperangah setelah mendapat kiriman link berita hasil poling (mutakhir) yang menunjukan dirinya berada di posisi teratas. Poling itu berkait desas-desus Pilkada.   

Poling “Tokoh Yang Layak Menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kota Banjar Periode 2024-2029”, dimulai pada 12 Maret 2021, mengangkat 30 nama besar para tokoh Kota Banjar. Mereka dari kalangan mantan wakil walikota, ada ketua partai, politisi, anggota dewan, mantan birokrat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam era pandemi Covid-19 dimana kecenderungan orang bermain daring (online), tiba-tiba muncul poling yang langsung disambut warganet. Meski hanya digelar 1 pekan, namun hasilnya menakjubkan. Akhmad Dimyati yang tadinya di urutan bontot, kemudian melejit hingga berada di posisi teratas.

Total yang mengikuti poling hingga Jumat 19 Maret 2021 pada pukul 23.59, tercatat 10.187 pemilih. Suara tertinggi H Akhmad Dimyati (3122), disusul di urutan kedua Ir H Sudarsono (2067 suara), dan urutan ketiga H Mujamil yang memperoleh 843 suara.

Dimyati mengakui jika hasil poling itu cukup berpengaruh di mata masyarakat. Namun demikian, ia sama sekali tidak jumawa atas hasil poling tersebut. Selain menghargai upaya pemrakarsa juga sangat berterima kasih. Ia mengaku bersyukur bahwa warga Kota Banjar masih menganggap dirinya sebagai representasi ketokohan.

Ia berharap kepada 30 orang yang tercantum namanya di poling tersebut tidak tersinggung karena itu bukan kehendaknya. Sebaiknya menjadi bahan renungan bersama.

“Jadikan edukasi agar tidak over convidence. Suara warga net memang dahsyat, keren dan jempol,” ungkap Dimyati, Selasa 23 Maret 2021.

Dimyati memaklumi seluruh peserta poling sepertinya sudah memobilisasi dukungan yang berasal dari keluarga, teman maupun grup-grup online dan offline yang diikutinya.

Bagi Dimyati, sebutan tokoh kriterianya harus ada pengikut dan pendukung. Pernah dalam posisi di ruang publik, ada kiprah dan berbuat untuk Kota Banjar. Agar kedepannya 30 orang itu mampu menyejahterakan umat yang ada di Kota Banjar.

“Terlepas dari nomer urut berapa dan perolehan suaranya berapa, itu tidak penting bagi saya, yang penting bisa menyejahterakan warga Kota Banjar,” tandas pria yang pernah viral di Youtube tahun 2012 gara-gara naik kereta ekonomi saat dirinya menjabat wakil walikota.[isur/rls]

No comments