Siswandi: Bebasnya Jufri dan Parioto Bukti Pengadilan Berpihak pada Keadilan dan Kebenaran

Share:



JAKARTA, intronews.my.id – Wakil Ketua Umum Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) Brigjen Pol P ADV Drs Siswandi menegaskan, vonis bebas atas dua terdakwa kasus mafia tanah Achmad Jufri dan Parioto menjadi bukti para hakim pengadilan berpihak pada keadilan. Artinya kebenaran berpihak kepada Achmad Jufri dan Parioto.

“Alhamdulillah kebenaran berpihak kepada Achmad Jufri dan Parioto yang telah bebas dan harkat martabatnya dikembalikan,” papar Ketua Law Firm Jagratara Merah Putih Brigjen Pol Pur ADV Drs Siswandi, kepada pers di Jakarta, Selasa 23 Maret 2021.

Hal tersebut sangat pantas dialami Parioto dan Achmad Jufri, kata Siswandi, karena hukum tidak berpihak kepada siapa pun, tetapi pada fakta dan kebenaran. Dengan kondisi tersebut nama baik kedua terdakwa harus dipulihkan supaya bisa bersosialisasi dengan masyarakat lagi.

Diberitakan sebelumnya, Parioto seorang mantan juru ukur tanah di kantor BPN DKI, divonis bebas oleh majelis hakim PN Jakarta Timur, Selasa 15 Desember 2020 lalu.  Majelis hakim yang diketuai Safrudin A Rafiek didampingi Sri Asmarini dan Tohari Taspirin memvonis bebas karena terdakwa tidak terbukti memalsukan akta tanah.

Vonis bebas terhadap Parioto merupakan upaya signifikan dari tim kuasa hukumnya Dr Wardaniman dan Ranatus Reno Gulo dari Law Firm Jagratara Merah putih (JTMP). Para lawyer itu mengucap syukur atas jerih payahnya mendampingi terdakwa. 

Dalam sidang sebelumnya Parioto dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Setia Mulya dengan 1 tahun 6 bulan penjara. Usai mendengar putusan bebas tersebut Parioto tentu saja tak kuasa menahan haru bercampur gembira, ia pun bersyukur.

Bagaimana Parioto bisa bebas dari jerat hukum? Ini memang tidak mudah. Menurut Ketua Law Firm Jagratara Merah Putih, Brigjen Pol Purn ADV Drs Siswandi, terdakwa melakukan pengukuran berdasarkan surat tugas dengan dibantu oleh tim. Terdakwa tidak kenal dengan Abdul Halim yang menjerat Parioto ke dalam perkara tersebut.

"Bahwa menyatakan permohonan pengukuran telah lengkap dokumen yang diajukan Pemohon yakin Benny Tabalujan," papar Siswandi, advokat yang juga mantan perwira tinggi polisi itu.

Berdasarkan keterangan ahli, dokumen pengukuran bukan termasuk akta otentik, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai unsur pemalsuan dalam akta otentik. Perbuatan terdakwa dalam unsur dakwaan ke-1 dan ke-2 JPU tidak terbukti.

"Sehingga majelis membebaskan terdakwa dalam segala tuntutan dan memulihkan harkat dan martabat terdakwa. Alhamdulillah," kata Siswandi dengan wajah sumringah.

Selain Parioto kasus dugaan pemalsuan akta tanah seluas 7,7 ha itu pun menyeret terdakwa lainnya, yakni Benny Simon Taballujan dan Achmad Djufri.

Menurut Siswandi, “saksi dari kanwil BPN telah memberikan keterangan yang benar sesuai fakta-fakta hukum dan juga telah kita sentil jaksanya bahwa telah ada putusan TUN (Tata Usaha Negara) yang telah inkrah”.

Dalam persidangan, hakim agak sedikit kaget dan meminta agar salinan putusan TUN tersebut dilampirkan dalam persidangan. Achmad Jufri adalah anak buah Benny Tabalujan yang mendampingi Parioto saat menjalankan tugasnya itu.[isur/rls]

No comments