Bagaimana pun SBY Punya Jasa kepada Bangsa dan Negara lewat Demokrat

Share:




Tidak bermaksud memihak atau memuji seseorang untuk menjatuhkan orang lain. Semoga tidak ada yang tersinggung dengan tayangan video ini yang diambil dari data dokumen Partai Demokrat. Jasa Presiden SBY yang notabene pernah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat sangat besar, kepada bangsa dan negara, melalui partai Demokrat. 

Meski SBY disebut-sebut bukan pendiri, tetapi jasanya membesarkan Partai Demokrat tidak bisa dilupakan begitu saja. Misi pertamanya mencalonkan diri sebagai presiden RI dan lolos dua periode memimpin negeri tercinta Indonesia, mulus SBY tidak cacat secara politik maupun hukum. 

Hanya saja nama Partai Demokrat menjadi turun pamor sejak terciduknya sejumlah koruptor kakap yang berasal dari partai berlambang bintang mercy itu. Otomatis SBY yang menjadi ikon Partai Demokrat ikut terimbas. 

Meski telah membesarkan Partai Demokrat dengan segudang prestasi memimpin negeri, namun SBY dibidik para pendiri Partai Demokrat karena mengokohkan politik dinasti. Ini titik awal SBY mendapat masalah berat, sekaligus bidikan publik bahwa Partai Demokrat menjadi sarang para koruptor.  Stempel ini mengikis kepercayaan publik hingga akhirnya para pendiri partai ini merasa gerah dan jengah. 

Publik banyak yang menyangka bahwa Partai Demokrat dibangun oleh SBY dan keluarga, maka seolah-olah Partai Demokrat milik SBY dan keluarga.  

Ala kulli hal,  semua itu dinamika dan sandiwara politik. Intinya banyak pihak yang berkepentingan melawan SBY dari berbagai arah, apalagi puncaknya saat AHY menjadi  Ketua Umum. 

Hukum menyebutnya itu sah karena sesuai AD/ART atau sesuai mekanisme konstitusional. Tetapi hati tak dapat ditebak, sayangnya disaat bersamaan banyak pendiri dan kader yang tersingkir bahkan terusir dari 'rumahnya' sendiri. Dari sinilah PRAHARA Partai Demokrat itu dimulai. 

Hanya saja nama Partai Demokrat menjadi turun pamor sejak terciduknya sejumlah koruptor kakap yang berasal dari partai berlambang bintang mercy itu. Otomatis SBY yang menjadi ikon Partai Demokrat ikut terimbas. 

Meski telah membesarkan Partai Demokrat dengan segudang prestasi memimpin negeri, namun SBY dibidik para pendiri Partai Demokrat karena mengokohkan politik dinasti. Ini titik awal SBY mendapat masalah berat, sekaligus bidikan publik bahwa Partai Demokrat menjadi sarang para koruptor.  Stempel ini mengikis kepercayaan publik hingga akhirnya para pendiri partai ini merasa gerah dan jengah. 

Publik banyak yang menyangka bahwa Partai Demokrat dibangun oleh SBY dan keluarga, maka seolah-olah Partai Demokrat milik SBY dan keluarga.  

Ala kulli hal,  semua itu dinamika dan sandiwara politik. Intinya banyak pihak yang berkepentingan melawan SBY dari berbagai arah, apalagi puncaknya saat AHY menjadi  Ketua Umum. Hukum menyebutnya itu sah karena sesuai AD/ART atau sesuai mekanisme konstitusional. 

Tetapi hati tak dapat ditebak, sayangnya disaat bersamaan banyak pendiri dan kader yang tersingkir bahkan terusir dari 'rumahnya' sendiri. Dari sinilah PRAHARA Partai Demokrat itu dimulai. 

Bagi penulis, baik SBY + AHY maupun pro-KLB dan Moeldoko tidak ada yang salah, mungkin saja tidak ada yang benar. Karena, jangan sampai persoalan internal Partai Demokrat memengaruhi kesejehteraan rakyat Indonesia secara umum. 

Rakyat yang penting bisa makan dan sejahtera, itu sudah cukup. Kalian yang mau bertengkar, silahkan LANJUTKAN, tetapi lebih baik pada mawas diri. Karena rakyat tidak sudi melihatnya..... 

Selebihnya, urusan pengamat dan para ahli lah yang akan membawa masalah ini hingga masyarakat akan mengetahui ENDINGNYA kelak menjelang verifikasi faktual partai politik oleh KPU mendekati Pemilu 2024.

No comments