Polisi yang Diduga Mencuri Barbuk 11 Kg Sabu Itu Dijuluki GPAN Sebagai Penjahat Negara

Share:


JAKARTA – Ketua Umum  Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol Pur ADV Drs  Siswandi, benar-benar dibuat geram dan greget mendapat laporan Barang Bukti (Barbuk) 11 kg Sabu hilang dicuri di Surabaya. Informasi itu menyebut pencurinya diduga anggota kepolisian.

Sebagai mantan perwira tinggi polisi yang selama ini memperjuangkan Indonesia Bersih Narkoba, Siswandi menyebut pencuri, jika benar anggota polisi, itu layak disebut Penjahat Negara.

“Kami dari GPAN mendesak Kaporli untuk mengusut tuntas dan mengungkap kasus ini. Jangan sampai institusi yang menjadi tulang punggung Negara dicoreng oleh oknum kepolisian yang seharusnya menjaga marwah hukum,” ungkap Siswandi, kepada pers di Jakarta, Selasa (5 April 2021).  

Siswandi tidak hanya menjuluki Penjahat Negara bagi polisi pencuri barbuk 11 kg Sabu, juga mendesak Kapolri untuk memecat yang bersangkutan di muka publik. Contoh bahwa negara sangat konsern terhadap pemberantasan narkoba.

“Kami benar-benar kecewa dengan oknum polisi pencuri barbuk 11 kg Sabu,” tandas mantan perwira tinggi Mabes Polri dan BNN yang juga saat ini menjadi advokat di Law Firm Jagratara Merah Putih itu.

Usut punya usut, nampaknya 11 kg Sabu itu merupakan barang bukti yang terungkap dalam sidang Agus Hariyanto, kurir narkoba asal Medan. Sontak berita ini mengggerkan jagat media dan khalayak nasional.

Seperti ditukil dalam dokumen dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya, terdakwa Agus Hariyanto pada Sabtu (5/9/2020) di Hotel Swiss Bell Medan, Sumatera Utara, bersama Riki Reinnaldo (tewas ditembak aparat) mendapat 35 bungkus Sabu dalam kemasan teh asal China masing masing seberat 1 kg dari bandar Saepudin (DPO) untuk dibawa ke Jakarta dan Surabaya.

Barang bukti sabu yang dimasukan dalam dua koper tersebut oleh terdakwa sebanyak 15 bungkus (15 kg) diserahkan kepada pengedar di Jakarta. Namun petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya yang telah memetakan keberadaannya, Senin (6/9/2020) terdakwa bersama dua rekannya yakni Nur Cholis (44) dan Riki Reinnnaldo (22) ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

Karena berusaha melawan dan menyerang petugas menggunakan parang saat akan diamankan, kedua rekan terdakwa Nur Cholis (44) dan Riki Reinnaldo (22) diberi tindakan tegas dan tewas setelah dadanya diterjang timah panas. Dari tangan ketiganya petugas menyita barang bukti sabu seberat 21 kg. Namun ternyata saat disidangkan barang bukti di pengadilan hanya 10 kg dan yg 11 kg lainnya raib entah kemana.

Jaksa Suparlan saat dikonfirmasi wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/4/2021) terkait jumlah barang bukti yang dihadirkan dalam sidang, menyatakan sesuai dakwaan. Jaksa hanya mendapat limpahan sesuai dakwaan.[isur/rls]

Sumber lainnya: laman babe.news

No comments