SEJARAH PERINGATAN HARI BURUH PERTAMA KITA | KATA YOYON: MAYDAY LEBARANNYA KAUM BURUH

Share:

Dirilis kembali oleh Yoyon Suharyono (Direktur Eksekutif Yayasan Burun dan Lingkungan Hidup, YBLH) ---

1 Mei 1918 merupakan peringatan Hari Buruh Sedunia pertama di Indonesia dan pertama di Asia. Peringatan ini dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, di bawah kendali Serikat Buruh Kung Tang Hwee Koan dan Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda (ISDV).

Henk Sneevliet didampingi Bars, pimpinan ISDV, menyampaikan pesan yang terkenal dengan judul “Peringatan 1 Mei Pertama Kita”. Tulisan Sneevliet dipublikasi secara massal. Namun, belum mendapat sambutan baik dari masyarakat Hindia-Belanda (Indonesia).

Peringatan Hari Buruh Sedunia pertama di Indonesia didominasi oleh golongan kaum komunis. Baru kemudian pada tahun 1921, golongan komunis dan non-komunis, di bawah pimpinan HOS. Tjokroaminoto bersatu bersama-sama merayakan Hari Buruh Sedunia.

Anak didik Tjokroaminoto, Soekarno, naik ke atas podium memberikan sebuah pidato mewakili Serikat Buruh yang pada waktu itu masih di bawah pengaruh Sarekat Islam (SI).

Perayaan Hari Buruh Sedunia lebih progresif terjadi pada tahun 1923. Semaun, Ketua SI Semarang, memimpin aksi pemogokan masal VSTP (serikat buruh kereta api) di Semarang. Pemogokan tersebut mengangkat isu utama seperti waktu kerja delapan jam, penundaan penghapusan bonus sampai janji kenaikan gaji dipenuhi, penanganan perselisihan ditangani oleh satu badan arbitrase independen, dan pelarangan PHK tanpa alasan.

Peringatan Hari Buruh Sedunia mendapat pelarangan saat pemerintahan Soeharto berkuasa. Karena pada masa orde baru itu peringatan Hari Buruh Sedunia dianggap sebagai aktivitas subversif, dikaitkan dengan gerakan komunis dan peristiwa G30S.

Setelah pemerintahan orde baru tumbang, rakyat Indonesia kembali merayakan Hari Buruh Sedunia sampai sekarang.

#MayDay
#MayDay
#MayDay

No comments