Brigjen Pol Pur ADV Drs Siswandi: Pelajar Indonesia Harus Sepakat Perangi Narkoba | Moralitas Jadi Prioritas Pendidikan Kita

Share:

JAKARTA, intronews.my.id – Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol Pur ADV Drs Siswandi SH MH, menegaskan bahwa pendidikan moral tidak boleh dihilangkan di sekolah-sekolah. Pasalnya, saat ini moralitas pelajar anjlok sehingga muncul dekadensi moral.

Banyak penyebabnya, Siswandi melihat faktor utama karena gagal fahamnya pelajar Indonesia, kemudian Pendidikan Moral Pancasila tidak lagi menjadi kurikulum pembelajaran. Itu sebabnya, ungkap Siswandi, muncul juga radikalisme, banyak aksi teror dan aksi hoax.

“Gagal Faham, tatkala pendidikan moral Pancasila tidak jadi kurikulum, banyaknya radikalisme, aksi  terror, aksi hoax, dll itu karena moralitas tidak menjadi prioritas,” papar Siswandi di Jakarta, Minggu 2 Mei 2021.

Pihaknya makin getol mengkampanyekan Say No to Drug tentang bahaya narkoba. Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Siswandi berharap pelajar sudah bersih narkoba, begitu pun anak-anak sekolah lainnya.

“Generasi Indonesia harus bersih narkoba, kita perangi mafia pengedaran narkoba bersama-sama dengan melawan kejahatan narkoba,” tandas Siswandi bernada lantang.

GPAN bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba. Bagi GPAN, lanjut Siswandi, jika selama ini pandemic covid-19 dianggap berbahaya, maka virus narkoba lebih berbahaya. “Setiap harinya 50 orang meninggal gara-gara narkoba,” kata Siswandi.

Sementara itu dalam upaya membentengi pelajar dari pengaruh jahat narkoba, harus ditanamkan nilai-nilai normatif dan moralitas sejak dini, sehingga dapat menentukan mana yang salah dan yang benar.

“Pada akhirnya anak memiliki tanggungjawab sendiri dalam membentengi dari hal-hal negatif. Maka moral menjadi sesuatu paling mahal dari harga diri manusia saat ini,” kata Siswandi.

Pihaknya berharap puasa ramadhan menjadi salah satu jalan untuk mengurangi dan menghilangkan ketergantungan atas narkoba, obat terlarang dan zat aditif lainnya.[isur]

No comments