Jurus Jitu Kang Dimyati Bagi Pemudik dan Cara Berbagi THR di Hari Lebaran | DIALOG DIMYATI-VI

Share:

TASIKMALAYA, intronews.my,id – Lama tak muncul di layar kaca, tokoh gaek kenamaan Kota Banjar H Akhmad Dimyati alias Kang Dimyati, tiba-tiba muncul di layar youtube: DIMYATI-VI. Tokoh yang popular dengan julukan Pejabat Merakyat ini didaulat untuk berdialog dengan tokoh muda asal Tasikmalaya Hari Haerul.

Dalam ujung dialog di video itu gaya Akhmad Dimyati memang sangat lugas dan cair. Kang Dimyati (Kang Dim) berada di studio DIMYATI-VI berlokasi di Kab Tasikmalaya. Ia diminta komentarnya seputar mudik dan THR. 

Dengan lugas dan gaya bebas ia pun menjelaskan soal mudik dari tema “Jalan TIKUS Arus Mudik 2021” yang diusung Hari Haerul yang saat itu bertindak sebagai host.

Tidak bisa dipungkiri, kata Kang Dimyati, aturan larangan mudik bukan berarti pemerintah tidak toleran terhadap masyarakat yang berada di perantauan. Namun kasus penyebaran wabah Virus Corona alias Covid-19 sedang mengganas.

Kasus yang menimpa di sejumlah belahan negeri India membuat kita semakin bergidik dan ketakutan, dalam satu jam ratusan orang di India meninggal dunia. Bahkan dibutuhkan ratusan pohon kayu untuk mengkremasi jenazah. Pemandangan memilukan dan mengkhawatirkan.

Dalam dialog itu, Kang Dimyati enggan membayangkan seperti apa kejadiannya jika wabah ganas itu memakan nyawa warga Negara Indonesia. Sungguh mengenaskan.

“Maka dari itu, bersabarlah untuk tidak mudik dulu tahun ini mah, insyaalah setelah situasi agak longgar dan kita selalu menunggu sinyal dan pengumuman pemerintah,” ungkap Kang Dimyati.

Tunda dulu dan bersabar untuk tidak mudik adalah jalan terbaik agar Indonesia tidak dibasmi oleh virus mematikan. Tunda mudik membantu pemerintah ikut membasmi penyebaran covid-19. Kita yang mengincar virus, bukan virus yang mengincar kita. Jangan biarkan virus mereteli setiap tubuh kita. Jangan ciptakan bencana di tengah kebahagiaan kita.

Bagaimana cara agar pemudik tetap merasakan seolah seperti mudik? Inilah jurus jitu gaya Kang Dimyati, medsos memberi manfaat bagi warga negara agar bisa berkomunikasi meski di tempat berjauhan.

“Mudik dengan vicall (Video Call), gunakan platform medsos seperti aplikasi Zoom dan video conference lainnya. Anggap saja seolah kita sedang berhadapan dengan orangtua atau saudara di kampung halaman. Pakai Big Screen (Layar Besar) di halaman rumah atau di rumah seolah kita sedang berhadap-hadapan,” ungkap Kang Dimyati yang mengaku bangga sistem virtual menjadi solusi bagi pemudik.

Berbagi THR
Sementara itu saat ditanya mengenai THR, tahun ini tidak sedikit warga yang tidak mendapatkan THR dari tempatnya bekerja. Namun ada sebagian yang lain mendapat THR lebih dari cukup. Kang Dimyati punya jurus lain, yakni BERBAGI.

“Orang kaya berkecukupan, orang yang mendapatkan THR dan kelebihan rezeki, bukanlah sangat menyentuh hati kalau orang yang kelebihan uang kemudian berbagi dengan mereka yang tidak mendapat THR menjelang lebaran atau di Hari Raya?” kata mantan wakil walikota Banjar dua periode ini dengan mata sedikit berkaca-kaca.  

Kang Dimyati sangat mengapresiasi dan menaruh hormat setinggi-tingginya bagi masyarakat Kota Banjar yang dermawan meski dirinya hanya punya kelebihan rezeki sedikit untuk berbagi. Begitu pun terhadap para agniya yang ingin rezekinya dirasakan orang lain yang sangat membutuhkan di hari bahagia itu.

“Ekonomi harus berputar disaat kondisi yang menjepit orang untuk tidak keluar kota, yang kekurangan merasa aman karena disubsidi oleh yang berkecukupan dan kelebihan harta. Saya yakin, Kota Banjar bukan cuma hebat tetapi juga ekonomi rakyat meningkat, daya beli terjangkau,” kata Kang Dimyati yang pernah santer dijuluki wakil Walikota Termiskin di Indonesia itu.[isur]

No comments