SR Lapor ke Propam Polda Jabar Lantaran Suaminya Dijebloskan ke Penjara oleh Oknum Polisi

Share:

BANDUNG, intronews.my.id – Sungguh malang nasib SR (32 tahun) isteri dari terdakwa DS (33 tahun), suaminya dijebloskan ke penjara oleh oknum anggota polisi berinisial JM gara-gara kasus penyelewengan beras raskin. Suaminya dituntut 7 tahun di Pengadilan Tipikor Bandung.  

SR adalah warga Desa Mekarsari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, didampingi Kuasa Hukum Tipak Jusa Nainggolan dari kantor Hukum Yogi Nainggolan SH MH ia mendatangi penyidik Propam Polda Jabar di Bandung, Jumat (30/4/2021).

Kasusnya cukup berat, DS terlibat penyelewengan Rp1,7 miliar beras raskin yang membelit suaminya. Ada terdakwa lain seorang Kepala Desa Mekarsari AS yang kasusnya viral di media online. Kasus raskin ini kini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Kedatangan SR mempertanyakan kelanjutan perkembangan laporan yang telah ia layangkan pada 2 Oktober 2020 lalu ke Propam Polda Jabar. “Mencari keadilan demi harga diri dan martabat suami saya yang tak kami dapatkan. Maklumlah, kami ‘kan  hanya orang desa, orang biasa,” ujar SR saat ditemui wartawan di Mapolda Jabar. 

SR menjelaskan, apa yang dilakukan kali ini semata menuntut keadilan. Ia kecewa karena aktor utama kasus suaminya tidak disidang. Suaminya hanyalah pesuruh tapi jadi pesakitan. Ia menganggap ini tidak tidak adil.

”Suami saya bukan aktor utama namun dijadikan tersangka. Ada pihak lain yang seharusnya menjadi  pelaku utama, justru belum tersentuh hukum, hanya dijadikan saksi. Asal tahu ya, suami saya hanya pekerja dari perusahaan ini. Sementara, pemilik perusahaan tidak dilakukan penyidikan atau bahkan tuntutan hukum," ungkap SR.

SR di salah satu ruangan di Bid Propam Polda Jabar, kembali mendudukan secara proporsional posisi suaminya dalam kasus ini. 

Tipak Jusa Nainggolah SH saat mendampingi SR dan DS di ruang penyidik Propam Polda.

Sementara itu Kuasa Hukum terdakwa, Tipak Jusa Nainggolan SH kepada sejumlah awak media menegaskan perihal kedatangannya terkait pendampingan istri terdakwa DS, juga sehubungan adanya progres laporan yang pernah diajukan sebelumnya ke penyidik Propam Polda Jabar.

“Ingin tahu perkembangan laporan ini. Katanya penyidik propam yang menangani, menjanjikan memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dalam waktu dekat ini. Kita tunggu saja keseriusannya," ujar Tipak. 

Kasus yang melilit terdakwa DS ini juga menyeret Kepala Desa Mekarsari AS dalam dugaan  penyelewengan raskin di tahun 2017. Beberapa pihak sudah dimintai keterangan namun baru dua pelaku yang diajukan ke meja hijau. 

“Kita menuntut keadilan, para pihak yang lain juga harus disentuh hukum, ini baru adil," papar Tipak.

Sejurus kemudian, saat pegiat media berusaha meminta tanggapan penyidik atas kehadiran pelapor, salah seorang penyidik propam menegaskan: ”Maaf, bukan kapasisitas kami untuk menyampaikannya. Silahkan tanya ke Kanit saja ya?”

Sementara itu saat salah satu awak media tidak berhasil menghubungi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago SIK MSi melalui selulernya yang tidak aktif.[isur/rls]  

No comments