TPPAS Legok Nangka Sudah Siap Beroperasi? | Tapi Kapasitas Daya Tampung Hanya 2000 Ton Per Hari

Share:

BANDUNG, intronews.my.id – Pekan kemarin, di penghujung bulan Mei 2021, Pemkot Bandung yang dipimpin Wakil Wali Kota Yana Mulyana meninjau lokasi TPA Legok Nangka di kawasan Nagreg, Kab Bandung.

Pada prinsipnya TPA Legok Nangka, nama panjangnya Tempat Pembuangan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS), menurut pandangan Yana Mulyana, sudah siap pakai. Namun armada truk dari Pemkot Bandung tidak memadai sehingga kondisi armada harus segera dimaksimalkan.

Informasi dari Pansus DPRD Jawa Barat, kapasitas TPA Legok Nangka sekitar 2000 ton per hari. Ini akan menjadi persoalan yang signifikan, karena sampah dari Bandung Raya sendiri mencapai 6000 ton sehari.

Beberapa waktu lalu, Ketua Pansus TPA Legok Nangka dari DPRD Jawa Barat Abdy Yuhana menyatakan, kapasitas TPA Legok Nangka cukup memadai sekitar 2000 ton sehari. Saat diwawancara pada sebuah acara di Alam Santosa Pasir Impun, anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDIP itu menyatakan TPA Legok Nangka bisa segera dioperasikan.

Entah apa yang ada di benak Abdy Yuhana ketika kenyataannya, TPA Legok Nangka akan menampung sampah dari enam daerah, yakni Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Cimahi dan KBB (Bandung Raya), ditambah Kab Garut dan Sumedang.  

Hasil analisa Ketua Umum Gerakan Hejo Eka Santosa, saat diminta pendapatnya, Minggu 30 Mei 2021, kapasitas TPA Legok Nangka masih kurang memadai, karena sampah dari enam daerah itu bisa mencapai 8000 ton per hari.

“Jika TPA Legok Nangka sanggup menampung 2000 ton per hari, maka 6000 ton sampah lainnya akan ditampung dimana?” Tanya Eka Santosa sambil menambahkan, tumpukan sampah pasar dan industri serta perhotelan yang belum terhitung juga harus dibuang kemana.

Yang terjadi saat ini ada hal yang kontraditif, kata Eka Santosa, di satu pihak ada investasi sekitar Rp4 triliun untuk proyek TPA Legok Nangka, tapi justru  TPA Sari Mukti yang terletak di kawasan Padalarang KBB minta diperpanjang dan diperluas. “... Kan aneh ..?” tandas Eka.

Ketika Abdy Yuhana diberi masukan soal data sampah Bandung Raya jika ditambah Garut dan Sumedang  diperkirakan mencapai 8000 ton per hari, dia bilang loba-loba teuing.

“Berarti dia belum mengerti soal kapasitas TPA Legok Nangka. Saya curiga Abdy Yuhana diberi data salah tentang sampah oleh dinas terkait,” ungkap Eka Santosa.[isur]

No comments