[YOUTUBE] Siswandi: Hancurkan Sindikasi Mafia Narkoba | Rehabilitasi Para Korban dan Penyalahguna

Share:

KETUM GPAN  BERIKAN MATERI MENGENAI NARKOBA DI MAKODAM JAYA  

Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol (P) Adv Drs Siswandi di hadapan komando dan staff Kodam Jaya/Jayakarta/ Selasa 25 Mei 2021/ menjadi narasumber utama mengenai Bahaya Narkoba dengan mengusung thema: Modus Operandi Narkoba dan Pencegahan di Era Pandemi Covid -19//

Thema itu disajikan dalam acara Kegiatan Komunikasi Sosial Dengan Komponen Masyarakat Tingkat Kodam Jaya/Jayakarta TA 2021/ bertempat di Aula Sudirman Makodam Jaya/ yang mengusung thema besar: Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Tengah Pandemi Covid-19// 

Penampilan Brigjen Pol (P) Adv Drs Siswandi/ dihadiri langsung Asisten Teritorial Kasdam Jaya Kolonel Uyat SIP bersama sfat dan stakeholder lainnya// Bahkan seperti biasanya/ Siswandi diendors para komedian senior Srimulat/ termasuk Tessy dan artis lainnya yang sudah menjadi duta GPAN itu//

Dengan big screen terpampang di depan para hadirin/ Siswandi memaparkan dari pemikiran dasar kenapa Indonesia menjadi pangsa terbesar para sindikat narkoba/ dengan berbagai varian obat-obat terlarang berbahaya dan zat adiktif lainnya//

Kata Siswandi/ mengerikan jika diungkap dampak terburuk dari bahaya narkoba// Data BNN menyebutkan/ setiap harinya tak kurang dari 50 orang meninggal dunia akibat menggunakan dan mengonsumsi narkoba// Sebenarnya/ jauh lebih ganas ketimbang bahaya virus corona//

Menurut Siswandi/ Narkoba berkembang di negeri tercinta ini karena ada suplay dan permintaan (Demand Reduction)// Tetapi Indonesia hanya bisa memenjarakan dan merehabilitasi para pecandu dan penyalahguna//

Pada kenyataannya/ masalah narkoba tidak pernah tuntas// meskipun aparat sering mengungkap Ber Ton-Ton & Berjuta-Juta Butir// Apalagi modus operandi terus berubah-ubah dan berkembang// Ditambah penegakan hukum kurang maksimal// Banyaknya jalur penyeludupan masuk//

Karena Pangsa Indonesia sangat menjanjikan// Omsetnya/ bisnis narkoba di Indonesia mencapai Rp75 Trilyun per Tahun// Sangat menggiurkan/ dan banyak orang tergoda termasuk aparat sendiri//

Sambil menenteng mikropon/ Standing Monolog Siswandi dengan tegas menyatakan/ korban dan pecandu narkoba di negeri ini mencapai 6,4 Juta// Kurang dilaksanakannya pencegahan/ baik Pencegahan sebelum menggunakan maupun pencegahan setelah menggunakan// Korban pecandu disatukan dengan sindikat/ kurir/ Bandar/ dll/ Sehingga seringkali terjadi kriminalisasi terhadap korban penyalahguna//

Dari seluruh aspek itu/ Siswandi mencoba terobosan bahwa korban itu harus rehabilitasi/ tak layak dipenjara//

Harus bisa dibedakan penyalahguna/pecandu dengan penyuplay barang// Hukumannya seharusnya berbeda sesuai UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika// 

Dijelaskan/ kurang kesadaran korban penyalahguna dan pecandu melaporkan diri// Rehabilitasi Paksaan (Proses Hukum)// Kurangnya tempat rehabilitasi// Masih adanya egosektoral//

Sementara mengenai Modus Operandi Narkoba di Era Covid-19/ Siswandi merinci adanya perdaran melalui pembelian secara Online// Adanya kurir yang terkoordinir// Menggunakan hotel/ apartemen/ tempat kos untuk bertransaksi// Katanya mereka merasa nyaman dan aman di situ// Mereka pun sekarang kompak mengunakan narkoba secara bersama-sama//

Beberapa upaya yang harus dilakukan untuk pencegahan/ antara lain membangun kepribadian yang kokoh// Pergaulan dan lingkungan yang baik// Mencatat nomor kontak handphone aparat// Seringkali berkonsultasi dengan ahli// Bagi yang terjerumus menggunakan narkoba/ segeralah bertaubat dan berobat//

Inti dari pemaparan Siswandi di hadapan komando dan staf Kodam Jaya/Jayakarta itu potong mata rantai penyebaran narkoba/ lawan sindikat narkoba dengan segala upaya/ kompak seluruh elemen melakukan pencegahan bersama/ dan segera rehabilitasi korban penyalahguna agar tidak menular pada generasi lainnya//

No comments